Squid Cache, Tproxy, dan Mikrotik + IP Bright
Akhirnya, gw sampe juga ngoprek Transparant Proxy walau harus tanya sana sini, browsing itu ini, dan di dampingi sama teman yang udah biasa ngoprek ini. TProxy ini selesai juga dibuat, walau terkadang ada beberapa error. Coba lagi.. coba lagi.
Langsung aza deh share dengan temen2, langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Insatalasi Standart Linux, OS yang digunakan adalah Debian etch, Kernel 2.6.18-4 (Saya gunakan Debian 4)
Lakukan instalasi biasa (base), dapatkan ISO Debian Etch-netinstall di mirror-mirror lokal yang banyak terdapat, salah satunya. Banyak ko di Internet, tanya aza paman Google, salah satunya ini juga bisa :
http://ftp.softnet.tuc.gr/ftp/linux/debian-cd/4.0_r1/ia64/iso-cd/
Atur skema partisi HDD sesuai selera anda, berikut skema partisi saya;
df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/sda1 14G 1.2G 12G 9% /
tmpfs 253M 0 253M 0% /lib/init/rw
udev 10M 48K 10M 1% /dev
tmpfs 253M 0 253M 0% /dev/shm
/dev/sda2 19G 278M 19G 2% /cache1
/dev/sda3 19G 278M 19G 2% /cache2
/dev/sda6 24G 223M 22G 1% /home
2. Membuat IP brigde
Untuk membuat bridge saya pake Linux debian 2.6.18-4-alpha-generic, jagan lupa kalo pake linux dengan kernel 2.4 harus di patch duluw. Package yang diperluin adalah ebtables, iptables dan bridge-utils. Kalo gak mo susah2, tinggal pake apt-get :
debian:~# apt-get install ebtables bridge-utils
setelah diinstall, mari kita coba jalanin si ebtables :
debian:~# ebtables
ebtables v2.0.6 (November 2003)
….
Kayanya dah bisa tuh si ebtablesnya, sekarang kita konfigurasi buat bridge-nya. Jagan lupa, bridge memerlukan 2 atau lebih NIC yang terpasang di PC. Kita akan menghubungkan 2 segmen network dgn skema :
modem internet (192.168.1.1) ===[eth0] bridge [eth1]=== LAN (192.168.1.x)
Kita buat dulu interface buat si bridge :
debian:~# brctl addbr br0
trus kita buat si eth0 dan eth1 tidak memiliki IP address :
debian:~# ifconfig eth0 0.0.0.0 promisc up
debian:~# ifconfig eth1 0.0.0.0 promisc up
Walah, promisc apaan tuh? promiscuous adalah mode dimana NIC akan mendengarkan dan menerima semua jenis frame yang masuk kedalamnya. Hal ini penting karena si bridge perlu mendegarkan semua frame yang akan masuk. Setelah itu kita tambahin si eth0 dan eht1 ke interface br0 :
debian:~# brctl addif br0 eth0
debian:~# brctl addif br0 eth1
Mari kita UP si br0 :
debian:~# ip link set br0 up
Nah, lalu gimana kita ingin akses PC bridge ini secara remote? Untuk itu kita tambahin IP buat si br0, misalnya kita kasih aza IP seperti dibawah ini:
debian:~# ip addr add 192.168.1.254/24 brd + dev br0
Jangan lupa tambahin gateway buat si br0 biar gak bingung nyari “gerbang keluar” :
debian:~# route add default gw 192.168.1.1 dev br0
Jangan lupa juga enable kan ip_forwarding dan ip_nonlocal_bind dalam kernel.
#/etc/sysctl.conf
net.ipv4.ip_forward = 1
net.ipv4.ip_nonlocal_bind=1
atau lakukan;
#echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
#echo 1 > /proc/sys/ipv4/ip_nonlocal_bind
Nah sampai disini buat ip bright udah selesai, qta bisa lanjut ke tahapan selanjutnya.
3. Melakukan Patching Kernel cttproxy
Baca informasi untuk melakukan kompilasi kernel debian di howtoforge, saya menggunakan metoda pertama (Building A Kernel .deb Package) yang kurang lebih langkahnya sebagai berikut ;
Instal paket-paket yang diperlukan untuk kompilasi kernel;
#apt-get update
#apt-get install kernel-package libncurses5-dev fakeroot wget bzip2 build-essential
Download source kernel, dalam hal ini tetap kernel yang sama, karena kompilasi kernel bukan untuk melakukan upgrade kernel;
#cd /usr/src/
#wget http://www.kernel.org/pub/linux/kernel/v2.6/linux-2.6.18.4.tar.gz
#tar -xzvf linux-2.6.18.4.tar.gz
#ln -s linux-2.6.18.4 linux
Download dan Apply patch dari cttproxy
Keterangan mengenai tata cara melakukan patching ada di dalam paket cttproxy
#cd /usr/src/
#wget http://www.balabit.com/downloads/files/tproxy/obsolete/linux-2.6/cttproxy-2.6.18-2.0.6.tar.gz
#cd /usr/src/linux
for i in <pathtocttproxy>/patch_tree/0{1,2,3}*.patch; do cat $i | patch -p1; done
Lakukan kompilasi kernel, aktifkan conntrack, NAT dan TPROXY support (ada di dalam Netfilter Configuration)
#make clean && make mrproper
#cp /boot/config-`uname -r` ./.config
#make menuconfig
Anda akan masuk ke dalam menu kompilasi kernel, pilih Load an Alternate Configuration File dan pilih .config
![]()
![]()
Untuk mengaktifkan conntrack, NAT dan TPROXY support (ada di dalam Netfilter Configuration), pilih menu networking dan seterusnya seperti posisi di bawah ini, lalu aktifkan conntrack, NAT dan TPROXY support.
Posisi di menuconfig
-> Networking
—> Networking support
—–> Networking options
——-> Network packet filtering
———-> IP: Netfilter Configuration
Setelah selesai mengaktifkan, ketika keluar dari menuconfig, jawab Yes terhadap pertanyaan Do you wish to save your new kernel configuration?
Build Kernel
#make-kpkg clean
#fakeroot make-kpkg –initrd –append-to-version=-custom kernel_image kernel_headers
Tunggu agak lama, (kalau kasus saya sekitar satu jam atau lebih)
Install Kernel baru
#cd /usr/src/
#ls -l<
akan terlihat kedua file berikut;
linux-headers-2.6.18.4-custom_2.6.18.4-custom-10.00.Custom_i386.deb
linux-image-2.6.18.4-custom_2.6.18.4-custom-10.00.Custom_i386.deb
lakukan instalasi file deb tersebut;
#dpkg -i linux-headers-2.6.18.4-custom_2.6.18.4-custom-10.00.Custom_i386.deb
#dpkg -i linux-image-2.6.18.4-custom_2.6.18.4-custom-10.00.Custom_i386.deb
konfigurasi GRUB bootloader di /boot/grub/menu.lst telah dimodifikasi secara otomatis, anda tinggal melakukan restart sistem, dan pilihan booting default menjadi kernel yang baru kita modifikasi.
#shutdown -r now
4. Melakukan patching userspace iptables TPROXY
Download source iptables dari situs ftp://ftp.netfilter.org/pub/iptables/iptables-1.3.6.tar.bz2, karena source iptables dari situs debian tidak bisa. (hasil uji coba…)
#cd /usr/src/
#wget ftp://ftp.netfilter.org/pub/iptables/iptables-1.3.6.tar.bz2
Ekstrak source iptables tersebut, lalu masuk dalam folder iptables-1.3.6
#tar -xjvf iptables-1.3.6.tar.bz2
patch iptables (informasi lengkap ada di README cttproxy)
#cd iptables-1.3.6/iptables
#cat /usr/src/cttproxy-2.6.18-2.0.6/iptables/iptables-1.3-cttproxy.diff | patch -p1
#chmod +x extensions/.tproxy-test
#make KERNELDIR=/usr/src/linux
buat paket debnya dan lakukan instalasi
#cd /usr/src/iptables-1.3.6.0debian1
#dpkg-buildpackage -b -rfakeroot
#cd /usr/src/
#dpkg -i iptables_1.3.6.0debian1-5_i386.deb
Masukkan rule TPROXY untuk melakukan intersepsi terhadap request http (port 80)
#iptables -t tproxy -A PREROUTING -i eth0 -p tcp –dport 80 -j TPROXY –on-port 3128
Pada debian, letakkan perintah ini di /etc/rc.local agar terload ketika sistem di restart, asumsinya user terhubung melalui eth0 (interface Local).
5. Install Squid dari Source (Ambil binary Squid 2.6.STABLE14)
Paket squid yang digunakan adalah 2.6.STABLE14, ambil langsung source codenya dari situs squid-cache karena paket squid dari debian tidak mendukung tproxy.
#cd /usr/src/
wget http://www.squid-cache.org/Versions/v2/2.6/squid-2.6.STABLE14.tar.gz
#tar -xzvf squid-2.6.STABLE14.tar.gz
kompilasi dilakukan sama dengan kompilasi standard debian dengan tambahan opsi -enable-linux-tproxy, apabila ingin melihat standar kompilasi squid pada debian silahkan instal terlebih dahulu squid dan jalankan dengan -v.
apt-get install squid
squid -v
Lakukan copy file berikut;
#cp /usr/src/linux/include/linux/netfilter_ipv4/ip_tproxy.h /usr/include/linux/netfilter_ipv4
#cp /usr/include/linux/capability.h /usr/include/sys
Instal squid dari source, Jalankan perintah ./configure dalam satu baris.
#cd /usr/src/squid-2.6.STABLE14/
#./configure –prefix=/usr –exec_prefix=/usr – bindir=/usr/sbin –sbindir=/usr/sbin –libexecdir=/usr/lib/squid –sysconfdir=/etc/squid –localstatedir=/var/spool/squid –datadir=/usr/share/squid –enable-linux-netfilter –enable-storeio=ufs,aufs,diskd,null –enable-arp-acl –enable-removal-policies=lru,heap –enable-snmp –enable-delay-pools –enable-htcp –enable-poll –enable-cache-digests –enable-underscores –enable-referer-log –enable-useragent-log –enable-auth=”basic,digest,ntlm” –enable-carp –enable-large-files –enable-linux-tproxy
#make all
#make install
Selanjutnya, jangan lupa tambahkan dua baris ini dalam file squid.conf , karena ini merupakan bagian terpenting.
http_port 3128 tproxy transparent
tcp_outgoing_address 192.168.1.1
Kayanya sih sampe sini udah selesai, bisa di coba… !!
.
Add comment December 25, 2007
Instalasi FTP Server menggunakan Proftpd (.tar.gz version)
Setelah saya mencoba instalasi FTP Server ini, saya akan coba sampaikan juga kepada pembaca semua sebagai bahan dasar ‘ngoprek’ FTP server dilinux. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Download paket proftpd-1.3.10.tar.gz (atau versi yang lebih besar) dari situs www.proftpd.org
2. Ekstrak ke direktori tertentu:
[root@localhost]# tar zxvf proftpd-1.3.10.tar.gz -C /usr/local/proftpd
3. Masuk Ke direktori baru hasil ekstrak:
[root@localhost]# cd proftpd-1.3.10
4..Kompile dan install:
./configure
make
make install
4. Buat user yang akan menjalankan proftpd:
[root@localhost proftpd-1.2.10]# useradd proftpd -s /dev/null
5. Buat home directory untuk anonymous
[root@localhost proftpd-1.2.10]# mkdir /home/ftp
6. Edit file konfigurasi proftpd dengan text editor
[root@localhostproftpd-1.2.10]# vi /usr/local/etc/proftpd.conf
7. Contoh file konfigurasi proftpd.conf untuk basic ftp server:
# This is a basic ProFTPD configuration file (rename it to
# ‘proftpd.conf’ for actual use. It establishes a single server
# and a single anonymous login. It assumes that you have a user/group
# “nobody” and “ftp” for normal operation and anon.
ServerName “Latihan FTP Server Ardi”
ServerType standalone
DefaultServer on
# Port 21 is the standard FTP port.
Port 21
# Umask 022 is a good standard umask to prevent new dirs and files
# from being group and world writable.
Umask 022
# To prevent DoS attacks, set the maximum number of child processes
# to 30. If you need to allow more than 30 concurrent connections
# at once, simply increase this value. Note that this ONLY works
# in standalone mode, in inetd mode you should use an inetd server
# that allows you to limit maximum number of processes per service
# (such as xinetd)
MaxInstances 30
# Set the user and group that the server normally runs at.
User proftpd
Group proftpd
# Normally, we want files to be overwriteable.
<Directory /*>
AllowOverwrite on
</Directory>
# A basic anonymous configuration, no upload directories.
<Anonymous /home/ftp>
RequireValidShell off
User ftp
Group ftp
# We want clients to be able to login with “anonymous” as well as “ftp”
UserAlias anonymous ftp
# Limit the maximum number of anonymous logins
MaxClients 10
# We want ‘welcome.msg’ displayed at login, and ‘.message’ displayed
# in each newly chdired directory.
DisplayLogin welcome.msg
DisplayFirstChdir .message
# Limit WRITE everywhere in the anonymous chroot
<Limit WRITE>
DenyAll
</Limit>
</Anonymous>
8. Jalankan proftpd:
[root@localhost proftpd-1.3.10]# /usr/local/sbin/proftpd
10. Jika ada error, selalu lakukan cek di /var/log/messages
[root@localhostproftpd 1.3.10]# tail /var/log/messages
11. Jika tidak ada error, lakukan test dengan mencoba ftp server baru tersebut
[root@localhost proftpd-1.3.10]# ftp localhost
Connected to localhost (127.0.0.1).
220 ProFTPD 1.3.4 Server (Latihan FTP Server) [t]
Name (localhost:root):
331 Password required for
Password:
230 User wawawawa logged in.
Remote system type is UNIX.
Using binary mode to transfer files.
ftp>
12. Lakukan test juga terhadap konfigurasi anonymous ftp server.
[root@localhostproftpd-1.3.10]# ftp localhost
Connected to localhost (127.0.0.1).
220 ProFTPD 1.3.4 Server (Latihan FTP Server)
Name (localhost:root): anonymous
331 Anonymous login ok, send your complete email address as your password.
Password:
230 Anonymous access granted, restrictions apply.
Remote system type is UNIX.
Using binary mode to transfer files.
ftp>
Jika output yang keluar adalah seperti di atas ftp server telah berjalan dengan baik .
Untuk konfigurasi mengenai FTP selanjutnya bisa di oprek2 di file konfigurasi proftpd.conf
Sekian…. Selamat mencoba, semoga berhasil.
Add comment November 14, 2007
Installing firefox on Linux
Just use following instructions to download and install Firefox.
Download firefox to your Linux desktop
=> Visit this site to download firefox
How do I install firefox for home directory?
Let us say you would like to install firefox in your own home directory called /home/tom/firefox
$ mkdir /home/tom/firefox
Change directory:
$ cd /home/tom/firefox
Copy your files to /home/tom/firefox and untar it:
$ cp /home/tom/Desktop/firefox-2.0.0.5.tar.gz .
$ tar -zxvf firefox-2.0.0.5.tar.gz
And you are done. Start firefox:
$ /home/tom/firefox/firefox &
How do I install firefox for everyone?
Install Firefox in /opt directory. Login as root user:
# cd /opt To start firefox:
# mkdir firefox
# cd firefox
# cp /home/tom/Desktop/firefox-2.0.0.5.tar.gz .
# tar -zxvf firefox-2.0.0.5.tar.gz
$ /opt/firefox/firefox &
can i create a shortcut on desktop ?
you can create Desktop short by right clicking on Desktop > Create New > File > Link to Application
Next Select Application Tab > Type Description and Comment as FireFox and Command as /opt/firefox/firefox
Click Ok to save and you are done. This is for KDE desktop.
You can acces at : http://www.cyberciti.biz/faq/how-to-install-firefox-20targz-in-linux/
– Thanks –
Add comment November 12, 2007
Sahabat…
Shahabat... Jalan dakwah ini bukanlah jalan yang mudah.. Jalan dakwah ini begitu sulit.. jalan yang bisa mematahkan tulang punggung... penuh dengan cabaran, onak, dan duri... Mereka yang melaluinya bukanlah orang yang lemah, bukan pula orang kuat cintanya pada dunia... Tetapi mereka adalah orang yang selalu tangguh mengalahkan segala potensi-potensi syaithoni dalam dirinya... melepas segala pakaian hewani... melangkah tegap penuh ghirah dan hamasah.. jauh membumbung tinggi melebihi derajatnya para malaikat... merengkuh cinta Rabb-nya terkasih... Mereka menghabiskan malamnya dengan cucuran air mata penuh kesyahduan... mengisi siangnya dengan syaum ketundukan... memenuhi jiwanya dengan obsesi yang menjulang tak terkira.. menembus langit-langit dunia.. menuju wajah Rabb-nya...
Add comment October 29, 2007
Untukmu Mujahid!
Untukmu Mujahid!!! Inilah dakwah! Dan kau lemah? Tidak! Bangkitlah! Belum seberapa perjuangan kita. Belum seperti Abu Bakar yang menginfakkan seluruh hartanya. Belum seberani Ali yang menggantikan jasad Rosul kala beliau dikejar musuh-musuh Allah. Belum setangkas Kholid bin Walid yang senantiasa bergegas menyambut seruan jihad di medan laga. Beginilah dawah. Dan kau lemah? Tidak. Semangatlah! Sebab perhentian kita bukan di dunia. Sebab istirahat kita hanya di jannah. Sebab mereka tak pernah puas sebelum Dien ini padam cahayanya. Sebab jika bukan engkau, siapa lagi yang 'kan menjayakan binar kemenangan di masa silam? Ya. Inilah dawah. Jika kau lelah, berhentilah. Tapi tidak berlama-lama. Tapi tidak berleha-leha. Sebab wajib kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Sebab panji-panji itu telah terbaiat dalam jiwa yang setia. Sebab engkaulah singa yang siangnya berjihad tak kenal lelah. Sebab engkaulah rabbi yang malamnya padat dengan munajat. Sebab engkaulah Abu Bakar itu! Engkaulah Kholid bin Walid! Engkaulah Sholahuddin al Ayyubi! Engkaulah Yahya Ayyash, Imad Aqil, Ahmad Yassin, dan jutaan pahlawan Al Islam! Jika kau lelah dalam berdawah. Berhentilah. Sebentar. Sejenak saja. Berhenti untuk mencari kekuatan diri. Berhenti untuk menata fikir, langkah dan hati. Dan setelah kuat itu terhimpun, Bangun segera! Bangkitlah untuk kembali ke medan jihad yang sesungguhnya! Lawan nafsumu! Bakar ghirohmu! Dan songsonglah jaya cahaya Islam-mu,, Atau kita buat janji untuk bersama berjumpa di surga, Melalui syahid di jalan-Nya. Allahu Akbar!!!
Add comment October 29, 2007
Antara Tertawa dan Menagis
'Antara Menangis dan Tertawa..
Pada suatu ketika di Hari Raya Idul Fitri, sufi Ibn al-Wardi bertemu
dengan
sekelompok orang yang sedang tertawa terbahak-bahak. Melihat
pemandangan itu,
Ibn al-Wardi menggerutu sendiri. Katanya, ''Kalau mereka memperoleh
pengampunan, apakah dengan cara itu mereka bersyukur kepada Allah, dan
kalau
mereka tidak memperoleh pengampunan, apakah mereka tidak takut azab dan
siksa
Allah?''
Kritik Ibn al-Wardi ini memperlihatkan sikap kebanyakan kaum sufi. Pada
umumnya
mereka tidak suka bersenang-senang dan tertawa ria. Mereka lebih suka
menangis
dan tepekur mengingat Allah. Bagi kaum sufi, tertawa ria merupakan
perbuatan
tercela yang harus dijauhi, karena perbuatan tersebut dianggap dapat
menimbulkan ghaflah, yaitu lalai dari mengingat Allah.
Akibat buruk yang lain, tertawa ria dapat membuat hati menjadi mati,
yang
membuat seseorang tidak dapat mengenal Allah (Al-Zumar: 22), tidak
dapat
menerima petunjuk (Al-Baqarah: 7), dan mudah disesatkan oleh setan
(Hajj: 53).
Pada waktu Perang Tabuk, orang-orang munafik berpaling dan menolak
berperang
bersama Nabi. Mereka justru bersenang-senang dan tertawa ria di
belakang
beliau. Tentu saja mereka dikecam oleh Allah dan diancam hukuman berat.
Firman-
Nya, ''Katakanlah: Api neraka itu lebih sangat panasnya jikalau mereka
mengetahui.
Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai
pembalasan
dari apa yang selalu mereka kerjakan.'' (Al-Taubah: 81-82). Ayat di
atas,
menurut pakar tafsir al-Razi, datang dalam bentuk perintah (al-amr),
tetapi
mengandung makna berita (al-khabar). Dalam perspektif ini, ayat
tersebut
bermakna bahwa kegembiraan dan suka cita orang-orang munafik itu
sesungguhnya
sebentar, tidak lama, lantaran kenikmatan dunia tidak kekal alias
terbatas.
Sedangkan duka dan penderitaan mereka di akhirat justru berlangsung
lama dan
terus-menerus, lantaran azab dan siksa Tuhan di akhirat kekal abadi
alias
selama-lamanya. Ini berarti, setiap orang dihadapkan pada dua pilihan
yang
bersifat antagonistik, yaitu tertawa ria di dunia, tetapi menangis di
akhirat,
atau menangis di dunia, tetapi riang gembira dan tersenyum di akhirat.
Dalam
hadis sahih, Nabi pernah berpesan agar kaum Muslim lebih banyak
menangis
daripada tertawa ria. Katanya, ''Jikalau kalian mengetahui apa yang
kuketahui,
pastilah kalian sedikit tertawa dan banyak menangis.'' (HR
Bukhari-Muslim). Di
akhirat, berbeda dengan di dunia, manusia akan terbagi menjadi dua
golongan
saja.
Pertama, golongan yang bersuka cita dan tertawa ria. Mereka itulah para
penghuni surga. Kedua, golongan orang yang menderita dan bermuram
durja. Mereka
itulah para penghuni neraka. Allah berfirman: ''Banyak muka pada hari
itu
berseri-seri, tertawa dan gembira ria, dan banyak pula muka pada hari
itu
tertutup debu dan ditutup pula oleh kegelapan. Mereka itulah
orang-orang kafir
lagi durhaka.'' ('Abasa: 38-42). Semoga kita termasuk golongan orang
yang dapat
tertawa ria di akhirat kelak. Amin.
Add comment October 29, 2007
Sejarah Islam di Benua Amerika
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada mang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman,
tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman,
dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasikĀ(QS:110:3) Amerika bukanlah benua dan negeri yang asing bagi umat Islam. Para pengembara
dan pelaut muslim Andalusia (Spanyol Islam) dan Afrika barat telah tiba di pesisirnya dan menjelajah pedalamannya, lima abad sebelum christopher Columbus
mengaku menemukan benua Amerika. Sebagian dari umat Islam itu bahkan kemudian berasimilasi dengan 'penduduk asli' Indian Amerika. Sisa-sisa peninggalan dan peradaban berupa; Rerutuhan masjid, artefak dan catatan sejarah para ahli sejarah muslim ataupun non-muslim; Bukti-bukti geografi berupa peta-peta dunia dan Amerika berikut nama-nama pegunungan, pulau, sungai, kota, dll.; serta bukti-bukti lingusitik berupa pemakaian bahasa Arab atau yang berakar kata dari bahasa Arab menjadi bukti itu semua. Coba kita buka peta Amerika hari ini dari Rand McNally dan teliti nama-nama tempat yang ada di sana. Di tengah kota Los Angeles hari ini misalnya, terdapat nama kawasan Alhambra, juga nama-nama teluk El Morro dan Alamitos serta nama-nama tempat seperti Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra; di bagian tengah Amerika dari selatan hingga Illinois terdapat nama-nama kota Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, Tullahoma; di negara bagian Washington misalnya ada kota Salem; di Karibia (yang ini jelas kata Arab) dan Amerika Tengah misalnya nama Jamaika, Pulau Cuba (apakah ini juga berasal dari kata Quba?) dengan ibukotanya La Habana (Havana), serta pulau-pulau Grenada, Barbados, Bahama, dan Nassau; di Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil & Argentina). Nama-nama pegunungan Appalachian (Apala-che) di pantai timur dan pegunungan Absarooka di pantai barat. Kota besar di Ohio pada muara sungai Wabash yang panjang dan meliuk-liuk bernama Toledo yang juga nama universitas Islam di Andalusia. Menurut Dr. Youssef Mroueh1, hari ini di Amerika Utara terdapat 565 nama tempat, baik negara bagian, kota, sungai, gunung, danau, dan desa yang diambil dari nama Islam ataupun nama dengan akar kata bahasa Arab. Sebanyak 484 di Amerika Serikat dan 81 di Canada. Nama-nama ini diberikan oleh penduduk asli yang telah ada sebelum Columbus menginjakkan kakinya ke Amerika. Dr. A. Zahoor menuliskan bahwa nama negara bagian seperti Alabama berasal dari kata Allah bamya, dan juga nama negara Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah, serta Tennesse dari Tanasuh. Bagaimana dengan nama Oklahoma dan California?. Dr. Mroueh juga menuliskan beberapa nama yang dicatatnya malah merupakan nama kota suci kita seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, Medina di Texas yang paling besar dengan penduduk 26,000, Medina di Ontario Canada, kota Mahomet di Illinois, Mona di Utah, dan Arva di Ontario Canada.Ketika Columbus mendarat di kepulauan Bahama pada 12 Oktober 1492, pulau itu sudah dinamai Guanahani oleh penduduknya. Kata ini berasal dari bahasa Mandika yang merupakan turunan dari bahasa Arab. Dilaporkan oleh Columbus bahwa penduduk asli di sini bersahabat dan suka menolong. Guana, yang hingga hari ini masih banyak dipakai sebagai nama di kawasan Amerika Tengah, Selatan dan Utara, berasal dari kata Ikhwana yang berarti 'saudara' dalam bahasa Arab. Guanahani berarti tempat keluarga Hani bersaudara. Namun Columbus dengan sesuka hati menamakan tempat ini sebagai San Salvador dan merampas kepemilikan pulau itu atas nama kerajaan Spanyol2. Columbus dalam catatannya menuliskan bahwa pada 21 Oktober 1492 saat kapalnya melewati Gibara di pesisiran timur laut Cuba, telah menyaksikan sebuah mesjid yang dibangun di atas sebuah bukit yang indah. Menurut catatan Dr. Youssef Mroueh3, reruntuhan mesjid beserta menaranya dengan tulisan ayat-ayat Al Qur'an telah ditemukan selain di Cuba, juga di Mexico, Texas dan Nevada. Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 - 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369). Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 - 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, 'Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar' (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 - 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.4 Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku 'Akhbar Az Zaman' yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia. Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing. Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary). Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999. Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 - 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam. Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 - 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu. Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 - 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 - 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi. Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re'isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.5 Beberapa nama-nama suku Indian dan kepala sukunya juga berasal dari akar kata bahasa Arab, seperti: Anasazi, Apache, Arawak, Cherokee (Shar-kee), Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni. Kepala suku Indian Cherokee yang terkenal, Sequoyah yang nama aslinya Sikwoya, merupakan ketua suku yang sangat terkenal karena beliau menciptakan sillabel huruf-huruf (Cherokee Syllabary) bagi orang Indian pada tahun 1821. Namanya diabadikan sebagai nama pohon Redwood yang tertinggi di California, sekarang dapat disaksikan di taman hutan lindung di utara San Francisco. Berlainan dengan gambaran stereotip tentang suku Indian yang selalu mengenakan bulu-bulu burung warna-warni di kepualanya, Sequoyah selalu mengenakan sorban. Dia tidak sendirian, masih banyak ketua suku Indian yang mengenakan tutup kepala gaya orang Islam. Mereka adalah Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Bahkan sebagian dari mereka mengenakan penutup kepala yang khas Arab seperti ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870. 6 Orang-orang Indian Amerika juga memegang nilai ketuhanan dengan mempercayai adanya Tuhan yang menguasai seluruh alam semesta ini, dan Tuhan tersebut tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini bahwa tugas utama manusia diciptakan oleh Tuhan adalah untuk memuja dan menyembahnya. Seperti penuturan seorang kepala suku Ohiyesa:"In the life of the Indian, there was only inevitable duty -the duty of prayer- the daily recognition of the Unseen and the Eternal". Di dalam Al Qur'an, kita diberitahukan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin adalah semata-mata demi untuk beribadah kepada Allah SWT. Sederetan intelektual barat abad ke-20 secara langsung maupun tak langsung juga mengemukakan hasil penelitiannya bahwa orang-orang orang-orang Islam telah ada di Amerika sebelum Columbus 'menemukan' Amerika, 1492. Mereka dan buku mereka antara lain adalah: Leo Weiner dari Harvard University, dalam Africa and The Discovery of America (1920) menulis bahwa orang-orang Islam sudah mendahului Columbus serta berkawin dengan penduduk asli; Ahli sejarah seni Jerman Alexander Von Wuthenau yang menulis dalam buku klasiknya Unexpected Faces in Ancient America (1975); Ivan Van Sertima dengan buku originalnya They Came Before Columbus (1976) dan juga mengedit buku African Presence In Early America di mana intelektual Perancis abad ke-19 Brasseur de Bourboug di situ mengungkapkan keberadaan orang-orang Islam di Amerika tengah, yang juga didukung essei dari P.V. Ramos dalam buku yang sama tentang keberadaan 'Mohemmedans' di 'Carib' yang dijumpai Columbus; ahli arkeologi dan linguis Howard Barraclough (Barry) Fell juga dari Harvard University dengan karyanya Saga America (1980); Colin Taylor yang mengedit kumpulan tulisan The Native Americans (1991); serta orientalis Inggris De Lacy O'Leary yang menulis Arabic Thought and It's Place In Western History (1992).7 Menurut Gavin Menzies, seorang bekas pelaut yang menerbitkan hasil penelusurannya, menemukan adanya peta empat buah pulau di Karibia yang dibuat pada tahun 1424 dan ditandatangani oleh Zuane Pissigano, kartografer dari Venesia. Peta ini berarti dibuat 68 tahun sebelum Columbus mendarat di Amerika. Dua pulau pada peta ini kemudian diidentifikasi sebagai Puerto Rico dan Guadalupe. Menzies juga mengemukakan bahwa Laksamana Zheng He telah mendarat di Amerika pada tahun 1421,9 yaitu 71 tahun lebih awal dari Columbus, tetapi 531 tahun sesudah Khaskhas Ibn Saeed Ibn Aswad. Sedangkan dari arah utara, ada teori yang menyebutkan bahwa orang-orang Viking pernah mendarat di benua Amerika bagian timur laut pada sekitar tahun 1000. Perjalanan Columbus dimulai 3 Agustus 1492, sehari setelah terjadinya masalah politik di dalam negeri Spanyol, di mana 300.000 orang Yahudi diusir dari sana oleh raja Ferdinand yang Kristen. Dikisahkan bagaimana para juragan Yahudi mengumpulkan uang untuk membiayai rombongan perjalanan Columbus ini, yang juga dibantu oleh dan berpenumpang orang-orang Yahudi. Meskipun demikian, kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362).11 Berita 'penemuan benua Amerika' dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Spanyol. Pelayaran Columbus ini nampaknya haus publikasi dan diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan 'pesan sponsor' Yahudi sang penyandang dana. Kisah selanjutnya kita tahu bahwa media massa dan publikasi dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang seperti Henry Ford si raja mobil Amerika itu. Maka tampak ada ketidak-jujuran dalam menuliskan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang Eropa menjejakkan kaki ke benua Amerika. Terlepas dari diskusi siapa sebenarnya yang pertama kali menemukan benua Amerika, ini semuanya hanya beberapa keping anak jigsaw puzzle yang membuat gambaran menjadi lebih jelas. Mungkin kelak akan ditemukan siapa yang lebih dulu lagi dating, dengan menggunakan metode penelusuran yang lebih canggih seperti tes DNA atau yang lebih canggih dari itu. Namun demikian bukti-bukti geografis, lingusitik, budaya, sejarah, dan juga politik telah menguak tirai yang menutupi kebenaran. Benua Amerika dari Argentina hingga Canada telah dirambah oleh hamba-hamba Allah yang sabar dalam mengarungi Lautan Atlantik, belantara Amazon, pegunungan cadas hingga padang rumput dan tundra. Mereka datang bukan untuk menaklukkan, mereka telah menyatu dan berasimilasi dengan penduduk asli Amerika, dan bahkan menggembangkan budaya 'lokal'-nya sendiri. Dan yang lebih terutama lagi dalam kerangka pembahasan budaya kemaritiman umat Islam, telah terbukti bahwa orang-orang Islam seperti Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad dan penerusnya sudah mempunyai pengetahuan dan teknologi untuk menyeberangi lautan Atlantik. Peta-peta geografi telah mampu mereka buat. Teknik navigasi telah mereka kuasai. Pengetahuan tentang arus Lautan Atlantik telah mereka fahami. Dan perahu-perahu yang kokoh berhasil mereka bina untuk menyeberangi lautan gelap dan berkabut, yang saat itu masih merupakan misteri. Dengan kata lain dari pelayaran ke benua Amerika ini berarti umat Islam sejak abad ke-9 masehi, telah memiliki tradisi kemaritiman yang unggul. Sementara bangsa rumpun Cina di Asia timur belum seabad mengenal pelayaran laut dan pada masa itu pula bangsa-bangsa di Eropa tengah dan utara masih hidup di dalam zaman kegelapan, the Dark Ages.
Add comment October 29, 2007